..faddo’s life..

—kicauan dalam ketikan—

  • -

    create yours
  • Statistik

    free counters
    Free counters
  • Pengunjung

Pentingnya Berhutang

Posted by faddo83 on 3 April 2012

b83df4dce389dd0137300c7e18821ff2_utang

Siapa tidak kenal kata ‘hutang’? Nyaris setiap kita sering mendengar kata ‘hutang’ (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut ‘utang’) yang artinya kurang lebih adalah uang yang dipinjam dari orang lain atau kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.

Utang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Semiskin atau sekaya apapun, yang namanya utang selalu akan ada. Banyak hal yang menyebabkan diantara kita harus melakukannya. Misalnya karena kebutuhan mendesak, atau fasilitas tunai yang tidak tersedia sehingga harus berhutang, dan sebagainya.

Dalam Lingkup Keluarga / Rumah Tangga

Contoh nyata dalam kehidupan rumah tangga yaitu Kartu Kredit. Kartu kredit sejatinya adalah sebuah kartu yang memfasilitasi kita untuk berhutang. Berbagai kemudahan dan diskon kerap kali menjerat kita pada utang dimana wajib dibayar setiap bulannya. Tidak jarang terjadi gagal bayar yang menyebabkan kita menjadi ‘bulan-bulanan’ para debt collector. Memang, siapa sih yang tidak suka kemudahan. Hanya dengan sekali gesek maka akan diperoleh barang yang kita inginkan, handphone, laptop, gadget-gadget atau apapun. Apalagi pada saat tersebut sedang tidak membawa uang tunai, dengan asumsi tidak akan terasa ketika dibayar mencicil.

Utang juga bisa untuk memperoleh aset, modal, maupun investasi. Siapa yang tidak mau memiliki rumah, tanah, emas, dan usaha bisnis? Untuk memiliki itu dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi, maka pilihannya adalah berhutang. Bisa dibayangkan berapa puluh tahun untuk membeli rumah jika ingin membayar dengan tunai. Sebagai ilustrasi, untuk memiliki rumah seharta 300 juta dengan penghasilan bulanan 3 juta, berarti harus mengumpulkan uang selama 100 bulan dahulu dengan catatan tidak makan sama sekali, dan setelah 100 bulan harga rumah sudah 600 juta. Cape dee

Dalam Lingkup Kenegaraan

Pun demikian dalam ruang lingkup kehidupan bernegara. Untuk membiayai kekurangan anggaran, di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terdapat pos tersendiri yaitu Pembiayaan (utang). Pembiayaan ini digunakan untuk menutupi kekurangan atau sering disebut dengan defisit. Sumber pembiayaan dapat diperoleh dari sumber dalam negeri maupun luar negeri. Pos pembiayaan di dalam APBN tersebut diantaranya dipergunakan untuk proyek-proyek besar dimana penerimaan negara tidak mampu membiayainya. Menggunakan analogi seperti kita mau membeli rumah dengan gaji terbatas, begitu pula proyek-proyek besar dan prioritas sangat membutuhkan pembiayaan agar bisa dibangun.

Memang, banyak sekali diantara kita protes keras terhadap utang negara Indonesia yang begitu besar. Namun sejarah mencatat, utang-utang yang menumpuk itu terjadi di masa lampau ketika negara kita dalam era ‘mercusuar’. Pembangunan gedung dimana-mana bahkan untuk hal-hal yang tidak ada kaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pada masa itu bisa dikatakan pengelolaan utang sangat kurang bijaksana (jika tidak boleh menyebutnya buruk). Ditambah lagi dengan peristiwa pada tahun 1997-1998 yang betul-betul menyedot habis cadangan devisa negara, pengangguran dimana-mana, hancurnya nilai rupiah, dan sebagainya yang menyebabkan utang Indonesia naik berlipat-lipat.

Manajemen Utang

Untuk melakukan utang, alangkah bijaksananya jika sebelum berhutang agar dipikirkan kembali sebelum terjerumus dalam lembah kehancuran (wew….). Beberapa hal negatif dalam berhutang misalnya dipergunakan untuk:

  1. Disimpan tanpa suatu sebab.
  2. Membeli sesuatu yang sifatnya mudah rusak.
  3. Membeli sesuatu yang sifatnya gaya-gayaan seperti gadget.
  4. Membeli sesuatu karena kata ‘diskon’ padahal tidak sedang membutuhkan.
  5. Membeli sesuatu yang berat untuk dicicil kembali (kemahalan).

Sedangkan hal positif berhutang misalnya dipergunakan untuk:

  1. Membuka usaha.
  2. Membeli investasi (tanah, rumah, emas).
  3. Membeli kendaraan (sebagai sarana pendukung dalam mencari nafkah, bukan gaya-gayaan).
  4. Membangun proyek-proyek untuk kemashlahatan rakyat banyak (dalam lingkup kenegaraan).
  5. Dan sebagainya.

Karena ada hal negatif dan positif dalam berhutang, maka perlu dilakukan manajemen utang. Utang yang baik adalah utang yang jelas peruntukannya dan bukan bersifat konsumtif, tidak terlalu berat dalam mencicil, serta ada hal positif yang dihasilkannya.

Posted in Opini | Tagged: , , , | 5 Comments »

Beli Pertamax di SPBU ‘model begini’?

Posted by faddo83 on 28 Maret 2012

Kita semua tahu, bahwa hampir di setiap Stasiun Pengisianpremium-golongan-tidak-mampu Bahan Bakar Umum (SPBU) akan terbaca spanduk yang tegas dan jelas “Premium adalah BBM bersubsidi hanya untuk golongan tidak mampu“. Menurut saya, itu merupakan sindiran yang luar biasa bagi orang-orang berpenghasilan menengah ke atas untuk segera beralih dari premium (bersubsidi), ke pertamax (non subsidi). Namun apa yang terjadi, kebanyakan pengguna mobil-mobil keren nan mentereng serta motor ber-cc besar (alias harga mahal) merasa tidak peduli sama sekali dengan sindiran itu. Kalaupun ada pengguna motor atau mobil yang membeli pertamax, itu bukan dikarenakan dengan spanduk tersebut, melainkan keinginan pribadi untuk merawat tunggangannya (termasuk ane sih, biar tangki motor kagak berkerak, hehe…).

Spanduk-spanduk itu, jika kita perhatikan, di bagian bawah tertera tulisan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang berarti program dari pemerintah. Sepatutnya, SPBU yang merupakan muara distribusi bahan bakar dari BUMN Pertamina selaku perusahaan negara, mendukung penuh program pemerintah tersebut. Terlepas bagaimana reaksi masyarakat, tugas SPBU adalah mendukung program itu dengan tindakan nyata. Misalnya, memberikan pelayanan agak lebih kepada pembeli pertamax dibandingkan dengan pembeli premium dengan cara membuka jalur tersendiri yang notabene akan jarang ada antrian. Atau hal-hal lain yang menarik minat pengguna premium untuk mencoba membeli pertamax.

Beberapa hal yang menjadi kritik dan sering dijumpai dalam kaitannya dengan spanduk himbauan itu diantaranya:

  1. Dispenser premium masih satu tempat dengan pertamax, menyebabkan tidak adanya pelayanan plus (bukan plus-plus loh ya…) kepada pembeli BBM Nonsubsidi. Maka: tidak menarik minat pengguna premium untuk membeli pertamax karena pelayanannya sama, yakni sama-sama harus antri panjang.
  2. Sistem antrian HANYA berdasarkan jenis kendaraan, bukan tipe BBM yang akan dibeli. Motor dengan motor, mobil dengan mobil, bahkan ketika di jalur mobil kosong melompong, pembeli pertamax motor tetap tidak diberi pelayanan lebih untuk segera ke dispenser BBM mobil. Alias tidak ada inovasi, inisiatif, dan keberpihakan lebih kepada pembeli nonsubsidi. Maka: lagi-lagi tidak menarik minat pengguna premium untuk membeli pertamax.
  3. Konsekuensi lain dari kritik nomor 2, yaitu pengguna premium mulai berpikir beli pertamax tidak ada untung-untungnya. Harga mahal, pelayanan sama, antri panjang pula, jadi ngapain beli pertamax.
  4. Kurangnya spanduk/banner yang menjelaskan bahwa kadar oktan di dalam premium tidak baik untuk kendaraan terutama yang masih berumur di bawah 3 tahun.
  5. Masih banyak kritik lain tetapi tidak masuk dalam konteks tulisan ini.

spbuKonsekuensi Logis

Dalam ekonomi dikenal dengan istilah pasar monopoli, yaitu suatu kondisi pasar dimana banyak pembeli tetapi hanya satu penjual. Di Indonesia, pada umumnya perusahaan negara yang memiliki sifat monopoli adalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti pada sektor listrik dan bahan bakar. Dalam konteks bahan bakar minyak, Pertamina merupakan perusahaan yang ‘menguasai’-nya meskipun ada beberapa perusahaan asing namun masih dalam skala kecil. Sayangnya, SPBU yang merupakan front office-nya Pertamina tidak bisa serta merta menganggap dirinya sebagai pelaku monopoli dan seenaknya kepada calon pembeli. Bagaimanapun juga, SPBU akan menjadi pasar persaingan sempurna manakala disandingkan dengan puluhan dan ratusan SPBU disekitarnya. Akan menjadi suatu konsekuensi logis apabila pelayanan yang diberikan tidak memuaskan dan menyebabkan konsumen lari ke SPBU lain yang jauh lebih baik, seperti yang saya lakukan mulai hari ini untuk tidak ke SPBU yang ‘sono‘ lagi. :)

Posted in Opini | Tagged: , , , , | No Comments »

THE RAID: Redemption

Posted by faddo83 on 25 Maret 2012

337eb1e06972299ae06037ca40a6e937_the-raid

Gambar-gambar dari sini.

Hmmm….menurut gw, film ini memang layak ditunggu-tunggu terutama bagi pencinta film action. Bagaimana tidak, aksi-aksi perkelahian dalam film ini tidak seperti di film-film hollywood, apalagi bollywood. Huekss..

You know lah yah, bagaimana film Hollywood kalau lagi adegan berkelahi (ga semua sih), dimana misalnya baru aja ditendang terus terpelanting ke atas meja, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah gerakan slow motion, seolah-olah adegan tersebut sudah sangat luar biasa sehingga tidak boleh terlewatkan oleh pemirsa, maka dibuat slow motion.

Dikisahkan dalam film ini yaitu tentang penyerbuan dan penyergapan satu tim khusus ke sebuah apartemen tempat markas penjahat kelas kakap nan kejam, yang justru menjadi tempat mematikan bagi diri mereka sendiri.

6b7685feb2aaa75c4fd59db189653057_the-raid-cops a20b66928e406729f29879d41ba726fd_the-raid-defense

f7aca8afad8a3ff3a521d4c86a9478bb_the-raid-silat 3e6b181e9d27858db018b37dfe75413a_the-raid-fight

efea45a87e5cd835bcd599fe7fc55fbb_the-raid-attack

No Gimmicks, no tricks

Di film ini, kita semua akan disuguhkan perkelahian yang tiada akhir dari awal film, baik itu dengan senjata api, kapak, pisau, bahkan tangan kosong. Biasanya, film yang tidak memakai banyak tipuan atau trik-trik hollywood, maka pemain yang memainkan peran tersebut memiliki keahlian bela diri.

Sebut saja beberapa tokoh utama di film ini Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Doni Alamsyah yang merupakan atlit Pencak Silat. Atau pun Joe Taslim yang memiliki segudang prestasi sebagai atlit Judo nasional. Main di film ini bukan karena mereka jago akting, jago nyanyi atau yang lainnya, tentu saja bela dirinya sebagai hal mendasar untuk membuat film ini tidak seperti film-filmnya Steven Seagal ataupun Bruce Willis.

Hhmmm…..jadi jika Anda pernah nonton film Warrior-nya si Tom Hardy atau film IP Man, maka pertarungan di film The Raid ini sekelas dengan pertarungan di 2 film tersebut. Perkelahian tanpa slow motion, dengan teknik tinggi, koreografi cantik, sangat tidak membosankan, serta tokoh utama yang tidak se-’hebat‘ si Jason Statham membuatnya film yang di bos-in oleh Gareth Evans ini lebih nyata. :P

cd7a3302d031698d32ee33eea9d8534d_the-raid-kick 6ba04c7792f1f87604fce13fa87bdba1_the-raid-hit

495289881c568c489aa48b4f3ccc9180_the-raid-sword 279f17109a92c22f267cc434d84ae942_the-raid-shot

Minus?

Meskipun secara garis besar gw suka film ini, tidak berarti tidak ada yang gw gak suka. Misalnya adegan ini terlalu banyak memperlihatkan darah dan aksi-aksi sadis lainnya, yang membuatnya sangat tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Seperti contoh beberapa hari yang lalu di salah satu studio ternama wilayah Cikini, banyak sekali orang tua yang membawa anak kecilnya nonton yang gw yakin mereka tidak mengetahui ternyata film action ini lumayan sadis. Nilai minus lainnya menurut gw adalah minimnya jalan cerita, karena memang film ini betul-betul di setting full action dari menit awal sampai akhir.

Berikut trailer film The Raid, monggo buffer.

Selamat menonton.

Posted in Film | Tagged: , , , , , | No Comments »

‘Burnout Syndrom’ vs ‘Like and Dislike’ dalam Organisasi..?

Posted by faddo83 on 8 Maret 2012

603567997a51574372f4d89da9f6f3e6_burnout

SEKILAS TEORI

Awal-awal….agak serius dikit ah hehe… :). Mencoba mundur dikit ke belakang, apa itu manajemen?

Harold Knoontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles Of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.

Sementara George R Terry dalam bukunya yang berjudul “Principles Of Management” memberikan definisi: “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan , dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.

Sedangkan menurut James A.F. Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari ketiga pengertian di atas, ada satu unsur yang mau saya tarik benang merahnya, yaitu kesemuanya melibatkan unsur sumber daya manusia. Ya bahasanya mungkin berbeda, ada yang menyebutnya sebagai pengorganisasian, kepemimpinan, ataupun orang-orang. Yang pasti, unsur sumber daya manusia (mens) adalah unsur yang paling menentukan sukses atau tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan. Baru kemudian unsur lain mengikuti di belakangnya: money, materials, machines, method, dan markets.

OPINI

Trus, opo hubungane karo judule? Yap, tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak organisasi modern di dunia kini yang masih saja menggunakan ‘mazhab’ lama, yaitu memilih atasan atau bawahan berdasarkan kesubjektifan secara personal. Menutup mata seolah atasan atau bawahan yang disukai itu lebih baik ditahan untuk tidak segera rotasi meski untuk pengembangan diri, atau juga yang tidak disukai itu lebih baik di ‘lempar’ saja, dimana sadar atau tidak sadar hal ini ‘dianggap’ sebagai sesuatu hal yang akan mendukung Visi dan Misi organisasi jangka panjang. Dengan kata lain, tidak ada rotasi pegawai untuk pegawai yang disukai, dan lepas saja pegawai yang tidak disukai. Kalau boleh saya istilahkan, yaitu Job Rotation by Like and Dislike. Masih jaman yah?? (hehe….)

Sejatinya, rotasi/mutasi kerja adalah suatu perubahan posisi/jabatan/tempat/pekerjaan yang dilakukan pimpinan organisasi kepada karyawan/pegawai baik secara horizontal maupun vertikal di dalam suatu organisasi, serta agar para karyawan terhindar dari rasa jenuh atau produktivitas yang menurun (Chandra Ming).

Dalam kondisi tertentu, organisasi melihat current situation dan lebih memilih untuk mengamankan terselesainya pekerjaan daripada mengambil risiko rotasi ‘hanya’ karena memperhatikan satu atau dua karyawan saja. Kurang lebih bahasanya begini –> “Ntar-ntar aja deh soal itu…” atau “nanti siapa yang bisa mengerjakan..” atau “si A jangan disini nanti ribut sama si B..“, atau apa saja yang bersifat pekerjaan, bahkan tidak menutup kemungkinan bersifat personal. Padahal, pada prinsipnya seorang karyawan yang baik akan melaksanakan tugas barunya meskipun belum mengetahui detail pekerjaan barunya tersebut, terlebih misalnya jenis pekerjaannya hanya bersifat administratif dan bukan merupakan pekerjaan profesi seperti dokter, arsitek, programmer, akuntan, atau apapun yang mengharuskan bersekolah dahulu bertahun-tahun.

Kita tahu, banyak sekali faktor yang menyebabkan kejenuhan dalam pekerjaan, sebutlah diantaranya faktor pekerjaan yang membosankan karena sudah terlalu lama, faktor kelelahan karena banyaknya hal yang harus dikerjakan secara bersamaan (multitasking), arah yang tidak jelas (kabur) terkait kebijakan sumber daya manusia, faktor kepemimpinan, lingkungan, ketidakjelasan jam kerja, dan sebagainya. Bisa jadi diantara kita tengah mengalaminya, dimana pada suatu artikel disebut dengan istilah sindrom burnout, yaitu suatu kondisi psikis seseorang yang terlihat utuh dan baik-baik saja namun isinya penuh dengan permasalahan, selayaknya sebuah istana megah namun didalamnya telah terbakar habis. Sudah tidak ada tenaga, semangat, motivasi, dan hal-hal positif lainnya di dalam diri si empunya. (Tidak bisa dibayangkan apabila sindrom ini menyebabkan seseorang burnout secara fisik).

Burnout Syndrom vs ‘Like n Dislike Rotation’

Di setiap organisasi, utamanya organisasi formal hampir dipastikan memiliki unit yang berkaitan dengan human resource. Saya tidak akan mencoba untuk menguraikan tugas dari unit itu, hanya ingin menegaskan saja bahwa ternyata se-penting itu lah keberadaan manajemen sumber daya manusia. Tidak peduli berapa banyak uang perusahaan, berapa mesin dan komputer canggih yang dipakai, dan berapa metode dan sistem yang diterapkan, tanpa manajemen sumber daya manusia yang baik maka mustahil visi dan misi organisasi akan tercapai.

–> Sekarang muncul pertanyaan, apabila dalam suatu organisasi/perusahaan dimana beberapa karyawannya sudah cenderung ke arah sindrom burnout, masih sebegitu-pentingnya kah ‘like and dislike’ rotation dalam pencapaian visi dan misi organisasi yang lebih besar..?

Posted in Dunia Kerja | Tagged: , , , , | No Comments »

“Internet itu, ya Facebook..!”

Posted by faddo83 on 5 Maret 2012

0f6c4f2024ca843a5dd0d3f5666f2682_facebook

“Eh, lo onlen fb yak tar malem”

“Buset, status lo boleh juga yah…”

“Siang gini enaknya maem apa yachh…”

“Eh lo jangan pernah bla..bla… sama gua lagi lo… Gua udah bla…bla… sama lo a*j**g..”

Ilustrasi di atas mendeskripsikan kalimat yang sering terlontar dan terdengar di telinga kita. Situasi yang menggambarkan facebook dan semacamnya telah menjadi ‘kebutuhan’ sehari-hari bahkan untuk hal yang tidak penting sekalipun, namun tetap saja di-publish. Lebih lucu lagi dengan yang hobinya menulis status tentang kesedihan sepanjang hari setiap menit, atau tentang kisah laparnya belum makan siang, atau betapa suramnya masa depan karena mau kencan tiba-tiba hujan… Hadehhhh….plis deh…

Eitttss…Tapi tunggu dulu, gw tidak akan menyalahkan ataupun membahas apapun yang mereka lakukan terhadap statusnya. Toh..itu hak Anda. Gw hanya ingin menilai dari sisi, “apa yang lo lakukan selain facebook, twitter, chat, dengan gadget canggih lo..?”

Masih ingatkah kita dengan sebuah berita/tajuk yang mengatakan “For many Indonesians, ‘Fesbuk’ is the only Internet“. Sempat miris membacanya berita tersebut, bisa dibaca di sini. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa saat ini yang sering kita jumpai memang begitulah adanya (semoga temen-temen yang membaca tulisan ini berarti bukan salah satu diantaranya..), dimana dengan teknologi gadget yang semakin canggih, akan sangat memudahkan kita membuka aplikasi jejaring sosial seperti facebook, twitter, chat, dan sebagainya. Akan tetapi justru lupa dengan kemampuan yang powerfull fungsi-fungsi lainnya selain sekedar ‘onlen‘.

“Mall X ada di daerah mana yah..?”

“Eh jualan barang Y ada dimana yah..?”

“Ada yang tau gagh yah beli Z dimana..?”

Hmm…tidak akan jadi masalah ketika sedang berkomunikasi tatap muka menanyakan hal-hal di atas, tetapi apakah tidak merasa miris ketika pertanyaan itu dilontarkan di status facebook, twitter dsb…. Come on guys… Masih ada google, ada pula bing, atau wikipedia, dan lain-lain masih banyak lagi. Kalau bisa facebook atau twitter, tentu bisa juga dunk ngetik kalimat-kalimat tadi di pencarian web. Tapi kalau niatnya cari perhatian, itu di luar konteks tulisan ini ya… :)

Intinya, mari kita membiasakan diri menggunakan internet tidak hanya di jejaring sosial. Masih banyak suguhan informasi dan bacaan menarik yang dapat ditemukan melalui mesin pencari seperti informasi pada website resmi dan blog. Untuk yang punya gadget canggihan dikit, bisa juga memanfaatkan map-nya kalau sekedar cari alamat. Manfaat lain adalah bertransaksi secara online seperti membeli tiket kereta, pesawat, film, atau sekadar sharing pengetahuan melalui thread di suatu forum.

‘Fesbuk’ is internet, but Internet is not always ‘Fesbuk’. Yang suka nulis, bisa kirim tulisan ke redaksi berita. Yang suka sesekali curcol, ga ada salahnya bikin blog, yang suka baca-baca berita bagus sangat baik di sharing di statusnya. Yang suka marah-marah, bisa memanfaatkan email atau private message tanpa harus semua orang membacanya. Memang, sampai saat ini tidak ada larangan mau nulis se-gakpenting-nya tulisan, pertanyaan, dan pernyataan Anda di status, tetapi yang pasti dari tulisan-tulisan lah orang akan mengetahui tingkat kualitasnya.

Selamat berinternet.

Posted in Curcol | Tagged: , , , , | 3 Comments »

GULA dan TITIK JENUH

Posted by faddo83 on 24 Februari 2012

larutan-gula

Secara harfiah, arti kata jenuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan sebagai berikut:
je·nuh a 1 jemu; bosan: mereka sudah — dng pekerjaan yg selalu sama sepanjang tahun; 2Bio padat udara (tt senyawa yg terdiri atas karbon dan hidrogen): hidrokarbon –;3 kenyang; puas sekali (sehingga menjadi bosan): saya sudah — dng makanan spt ini; 4 penuh (sehingga tidak mampu memuat tambahan lagi): cairan itu sudah — sehingga gula tambahan tidak dapat lagi melarut;
men·je·nuh·kanv menjadikan jenuh; membosankan;
pen·je·nuh·ann proses, cara, perbuatan menjadikan jenuh;
ke·je·nuh·an 1n kejemuan; 2na kepadatan (tt udara); bFis keadaan yg menggambarkan kenaikan penyebab tanpa menimbulkan kenaikan hasil; 3a kekenyangan.

Sewaktu SMP atau SMA dulu, kita tentu pernah belajar fisika atau pun kimia. Dalam suatu larutan dikenal istilah titik jenuh, yaitu kondisi dimana suatu benda terlarut sudah tidak bisa larut lagi pada lingkungan yang sama. Contoh: gula akan larut pada air, tetapi bila kita memasukkan gula trus menerus ke dalam gelas berisi air tersebut, akan terjadi suatu kondisi dimana gula tidak akan bisa larut lagi, alias titik jenuh gula pada air.

Dianalogikan dengan reaksi kimia gula dan air di atas, begitu juga terjadi dalam lingkungan sekitar kita. Seorang administrator jenuh dengan berkas dihadapannya, seorang SPG jenuh terhadap posisinya di lapangan, atau seorang sopir bus antar kota jenuh terhadap rute yang dilaluinya, dimana semua itu bisa terjadi dalam hitungan bulan ataupun tahun tergantung tingkat kejenuhannya. Kegiatan yang nyaris sama dilakukan berulang-ulang, setiap hari, dan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tentu saja berpotensi terjadi kebosanan akut (serem amat…) yang dapat memicu peningkatan stress bekerja. Pada kondisi ini, mekanisme rotasi pegawai sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penurunan kinerja seseorang, yang tidak menutup kemungkinan menurunkan kinerja kantor atau unitnya.

Kecepatan reaksi gula untuk larut di air juga tergantung dengan suhu, dimana semakin tinggi suhu maka akan semakin cepat pula gula larut. Dalam kehidupan sehari-hari, suhu tersebut ibarat dengan kondisi lingkungan kita. Lingkungan yang baik, ramah, dan profesional, dapat membuat diri kita lebih cepat nyaman dan menyesuaikan diri daripada di lingkungan yang tegang, keras, juga kaku. Dalam organisasi, kegiatan-kegiatan non formal (alias bukan urusan kantor) harus sering dilakukan bersama untuk mengatasi kondisi ’suhu’ yang sudah dingin tersebut agar kembali hangat. Misalnya saja kegiatan arisan, kerja bakti, outbond, dan sebagainya.

Untuk melarutkan gula yang sudah pada titik jenuh, dapat dilakukan juga dengan cara menambah air. Air bagaikan ilmu pengetahuan/ilmu bekerja, sedangkan gelasnya adalah kapasitas kemampuan kita dalam menyerap ilmu pengetahuan/ilmu pekerjaan. Dibutuhkan suatu capacity building dalam suatu organisasi, terlepas apakah berkaitan langsung dengan pekerjaan ataupun tidak, setidak-tidaknya pelatihan di luar kantor akan membuat pikiran menjadi lebih segar. Tidak heran kalau kita sering mendengar kata ‘diklat penyegaran’. Namun bagaimana kalau ternyata gelasnya memang tidak bisa menampung apa-apa lagi..? Kembali ke mekanisme rotasi pegawai yang harus dilakukan. Bisa jadi seseorang memang sudah pada kondisi kesulitan untuk menerima hal-hal baru, dan bukan tidak mungkin karena memang posisinya yang menyebabkannya demikian.

Sifat Manusia

Nah…sekarang bagaimana kalau kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan. Posisi sudah bertahun-tahun di tempat A, dengan pekerjaan itu-itu saja, padahal sudah sering dilakukan pelatihan, sementara lingkungan kerja pun memang dalam keadaan baik-baik saja, dan rotasi pegawai ternyata tidak memungkinkan… Kondisi yang hanya bisa diberi kata ‘kasihan’ dari rekan kerja yang lain, kondisi yang sudah mentok dengan peluang kecil untuk mendapatkan hal yang baru, kondisi yang kalau para ‘ABG Labil’ curhat di facebook dan twitter-nya akan menggunakan kata-kata “Muak banget deh gue, bosen banget gue sama ini..ih jijik dwehh….” (hahaha…).

Hmmm…mungkin hanya satu hal yang tidak bisa dianalogikan dengan larutan gula. Biar bagaimana pun, gula tetap lah gula. Sedangkan kita adalah manusia yang diciptakan Tuhan dengan akal dan pikiran yang cerdas, paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-Nya yang lain.

Hal itu adalah rasa syukur. Dengan akal sehat dan kemampuan berhitung manusia yang semakin mutakhir sekalipun, niscaya kita tidak akan pernah bisa menghitung-hitung semua nikmat yang kita peroleh.

ar-rahman

Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? – (QS: Ar Rahman)

Sebagai manusia yang juga memiliki kelemahan dan ketidakmampuannya, maka kejenuhan adalah sesuatu hal yang manusiawi dan terjadi pada setiap orang. Namun juga dengan sifat manusia yang memiliki nafsu dan ego, maka sikap optimisme untuk maju merupakan motivasi yang berarti selama tidak berlebih-lebihan.

Mari kita bersyukur atas semua yang diberikan-Nya kepada kita agar semua pekerjaan kita menjadi berkah.

Aminnnn…

Posted in Dunia Kerja | Tagged: , , , , , , | No Comments »

Mengikhlaskan HP, Dompet dan seisinya… “Welcome to Jakarta?”

Posted by faddo83 on 20 Januari 2012

dompet nokia-e711

Pagi itu…

Mungkin diantara kita banyak yang pernah mengalaminya.. Yap, kehilangan dompet, hp, atau keduanya dalam waktu yang sama. Kejadian ini baru gw alami beberapa waktu yang lalu, tepatnya Rabu 28 Desember 2011 sekitar pukul 07.00 WIB. Selama ini gw tidak pernah berpikir akan mengalaminya meskipun sudah banyak teman yang mendahului cerita serupa. Bahkan gw berharap hanyalah mimpi yang sebentar lagi akan terbangun di hari kerja itu.

Pagi itu, seperti biasa bahkan sudah kebiasaan mandi pagi adalah jam 06.45 kecuali Sabtu Minggu dan hari libur (kayak di iklan2 aja, hehe…). Tempat tinggal gw adalah kos-kosan dimana sudah 3 tahun gw menempatinya tanpa pernah kehilangan benda berharga apapun. Memang sih, pernah 1 kali kehilangan helm tapi itu gw anggap tidak seberharga yang sekarang. Jadi….seperti biasa pula gw tidak pernah mengunci pintu kamar selama mandi.

Nahhhh…..baru lah selepas mandi gw heran dengan kondisi kamar yang pintunya telah terbuka lebar. Awalnya gw anggap karena gw lupa menutupnya. Namun ketika semua sudah rapi dan tinggal berangkat, baru gw sadar bahwa handphone dan dompet beserta isinya sudah lenyap tak berbekas. Apa aja isi dompetnya??? Dikit sih, yang hilang cuma KTP, SIM C, STNK, NPWP dan 2 buah ATM. Maknyossss….

Mundur ke belakang dikit, 3 hari sebelumnya..

Mungkin karma atau apalah sebutannya, hari Minggu 25 Desember 2011 salah satu temen kantor gw kehilangan dompet di dalam bus Transjakarta (untung HP nya masih ada). Hari itu kebetulan posisi gw sedang tidak jauh dari posisinya, kisaran Purnawarman Jaksel. Dengan segera gw temuin lah karena mungkin ada bantuan yang bisa diberikan. Hmmm…seperti yang gw bilang, karena gw merasa selama ini ga pernah kehilangan dompet dan sejenisnya, maka gw anggap bahwa orang lain itu tidak hati-hati. Dengan bercanda gw bilang lah…. Welcome to Jakarta, makanya hati-hati... Begitu juga besoknya ketemu di kantor, gw bilang lagi “welcome to Jakarta..”. Ck..ck..ck…salah banget dah tuh becandanya…

Kembali ke hari H kehilangan (07.20 WIB)

Sesegera mungkin gw ke depan jalan mengililingi wilayah kos-kosan yang kisaran tugu tani itu dengan motor, hasilnya nihil. Gak ada tanda-tanda orang kabur, atau terburu-buru, atau dengan ciri-ciri yang disampaikan temen kos yaitu berbaju putih bergambar sedikit, bercelana jeans, agak pendek, dengan rambut agak pendek juga.

07.30 WIB, track GPS

Baru teringat kalau hp gw itu ada GPS yang sudah pakai latitude dengan beberapa teman. Langsung gw samperin salah satu temen gw yang kosnya ga terlalu jauh dan sudah ‘friend’ di GPS (Google Map). Eng..ing..eng.. posisi HP gw tercinta sudah ada di sekitar Hayam Wuruk, masuk gang, tepatnya di sekitaran belakang Hotel Mercure. Langsung lah gw meluncur dibantu temen gw itu untuk membaca posisi persisnya. Sesampainya di lokasi, gw cuma melihat suasana agak sepi, dengan sebuah bangunan besar yang belum jadi. Urung hati ini untuk menggali dan mencari lebih dalam, karena GPS hanya mencatat posisi tepat ketika berada di posisi terbuka, tapi tidak berlaku jika HP tersebut ada di ruangan karena letaknya akan melenceng bisa beberapa hingga ratusan meter.

Di miss call, sms, telpon, tidak ada jawaban sama sekali. Gw baru inget bahwa HP tersebut sudah gw setting lock jarak jauh. Dengan segera gw pinjem HP temen untuk SMS beberapa kode ke HP gw yang hilang itu. Dan….terkunci lah HP tersebut tanpa bisa diapa-apain lagi kecuali di bongkar di counter handphone. Langsung jatuh dah tuh harga barang, hahaha…. “Biarpun gw sudah disusahin ma loe, gw masih bisa susahin loe…” benak gw.

08.30 WIB, blokir ATM dan nomor HP, lapor kehilangan ke Polisi

Ketika kehilangan, memang harus dihadapi dengan tenang. Dengan meminjam HP temen, semua kartu-kartu langsung diblokir. Bahkan untuk mencegah dering telpon penting, gw langsung mendatangi Gerai Indosat untuk penggantian kartu meskipun masih pinjem HP temen dulu. Setelah itu langsung ke kantor polisi untuk membuat surat kehilangan. Karena bagaimanapun, untuk mengurus sesuatu PASTI akan membutuhkan surat kehilangan itu.

10.30 WIB, ke kantor

“Welcome to Jakarta….” kata temen gw yang juga baru ilang dompet. Hakdesssss…. dalem banget dah… Sekarang posisinya kebalik, karena gw yang lebih banyak kehilangan… :(

BEBERAPA HIKMAH

3-7 Januari 2012 - edisi KTP

Ada hikmah tersendiri dengan hilangnya KTP gw. Selama ini gw cuek terhadap undangan e-KTP yang merupakan program pemerintah yang sangat baik itu. Namun ketika KTP gw hilang, mau tidak mau gw harus datang ke pak RT di Duren Sawit tempat sodara (maklum, nama gw nempel di kartu keluarga kakak kandung…), ke kantor lurah juga. Di saat proses penggantian KTP reguler, gw jadi berkesempatan untuk perekaman data e-KTP. Syukurlah…

13 Januari 2012 - edisi ATM

Penggantian ATM. Disini pun ada hikmahnya, karena selama ini data di bank adalah masih KTP daerah gw, padahal sejatinya ketika perpindahan alamat harus melaporkan kepada bank untuk perubahan data. Lagi-lagi alhamdulillah.. jadi sekalian perubahan data alamat tempat tinggal.

17-19 Januari 2012 - edisi STNK

Pengurusan STNK setelah KTP jadi. Untuk mengurus STNK hilang memang harus melampirkan KTP asli dan BPKB asli. Nah…berhubung mengurus kehilangannya sudah masuk tahun 2012, maka selain mendapatkan STNK baru bisa sekalian juga membayar pajaknya yang memang sudah akan jatuh Maret 2012. Artinya..kalau pun gak hilang, toh Maret 2012 tetap akan melepas STNK sejenak dan dilakukan gesek rangka mesin dsb. Alhamdulillah ya…jadi tahun ini ga usah pusing mikirin ribet bayar pajak lagi. Untuk STNK ini, gw berterima kasih kepada biro jasa gw yang menjanjikan selesai dalam 3-4 hari ternyata sudah selesai dalam 2 hari.

Next step - edisi SIM C

Hmmm…..yang sekarang agak bikin bingung adalah pembuatan SIM baru. Karena biar bagaimanapun, untuk membuat SIM baru atau pun memperpanjang/kehilangan, tetap harus dilakukan dengan mendatangi langsung ke Satpas Polda Metro Jaya di jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Ini nih yang lumayan butuh banyak effort. Selain lokasi yang ga deket dari tempat tinggal maupun kantor, untuk membuatnya juga harus antri, tes, dan segala kaitannya.

Pentingnya Setting HP

Untuk keamanan data HP, termasuk data kontak, foto, video dan sebagainya, ada baiknya setting HP kita terutama pada bagian security. Mungkin ga semua HP, tapi gw rasa seharusnya HP terbaru daripada seri yang gw punya (Nokia e71) memiliki fitur yang lebih canggih. Ya….klo istilah orang2 suka bilang, “jangan sampe IT nya bagus, SDM-nya ga siap” sebagai sindiran orang yang punya barang canggih tapi cuma bisa BBM, or chat, fb, dan sejenisnya tanpa ngerti fitur bermanfaat lainnya, huahahaa….

Oh ya, satu lagi nih… mungkin yang selama ini gw anggap remeh ternyata sangat penting saudara-saudara, yaitu syncronize data kontak (daftar nomor telpon) secara rutin ke komputer. Karena ketika sewaktu-waktu hp nya hilang, setidaknya kita masih punya data kontak lengkap yang bisa di-restore di hp yang baru. Sayangnya gw selama ini jarang bgt melakukan sinkronisasi itu.. baru setelah kehilangan ini merasakan itu sangat penting. :(

- - - -

Sekian share dari gw, thanks to Allah yang sudah memberi peringatan sehingga membuat gw untuk belajar ikhlas dan selanjutnya wajib lebih berhati-hati.. Aminnn..

WELCOME TO JAKARTA

Posted in Curcol | Tagged: , , , , , , | No Comments »

Aquascape: The old tree…

Posted by faddo83 on 30 Nopember 2011

Ehm..ehm… the 2nd aquascape that I have made.. :)

aquascape

Pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik, kesalahan adalah keberhasilan yang tertunda. Lha…apa nyambungnya ama akuarium di atas yak..? Hmm, bisa kok disambung2in… apalagi kalo melihat mirisnya akuarium gw dulu di sini. Dulu, kirain gampang… ternyata aquascape is not about fish, but also a system. How to make it balance…

Selama beberapa bulan menggeluti dunia aquascaping, banyak halyang bisa dipelajari mulai dari menentukan tema, cara menata, memilah dan memilih tanaman serta peralatan pendukung yang sesuai dengan penghuninya, sampai pada cara memaintenance yang baik. Berbagai cerita ketipu penjual, sifat tanaman, sifat ikan, tanah dan sebagainya membuat gw menjadi sedikit lebih kenal terhadap tiap-tiap karakteristiknya. Apakah ikan corydoras cocok ketika berniat menanam tanaman glosso, apakah tanaman moss cocok jika di tanam di ruangan bersuhu 28 derajat C ke atas, apakah sapu-sapu yang sangat efektif membasmi lumut cocok untuk akuarium nano, bagaimana cara kerja keong turbo, udang, dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya terjawab sekarang.

Sebelum lebih jauh, berikut spesifikasi akuarium gw yang satu ini… (harga bisa di googling)

  • -aquarium nano gex 32 cm x 25cm x 28 cm
  • -filter luckiness 300L/H
  • -lampu jepit jebo 13 watt 6500 K
  • -suhu 24-25 derajat C (maklum ditaruh di office)
  • -CO2 sera tablet
  • -pasir silika
  • -pupuk dasar JBL
  • -pupuk cair aquaflirt pro
  • -batu kali
  • -kayu santigi
  • -tanaman moss fissiden
  • -tanaman anubias
  • -tanaman glosso
  • -tanaman lainnya
  • -keong turbo (turbo snail)
  • -ikan cardinal tetra
  • -ikan guppy cobra
  • -ikan ottosinclus
  • -udang red cherry

Dalam membangun, gw awali dengan pupuk dan pasir, batu, serta secuil tanaman glosso dan beberapa ekor ikan cardinal tetra berikut:

03112011475 08112011502

Dalam beberapa hari gw lakukan akselerasi, bahkan hampir setiap hari sepulang kantor gw sempetin nih mampir belanja tanaman, CO2, dll, ke toko-toko akuarium di Jalan Sumenep Jakarta Pusat (baca: taman lawang menteng). Di sana banyak sekali alternatif pilihan yang bisa saja membuat kita ‘terperangkap’ dengan buaiannya. Artinya…berhati-hati dalam memilih dan menawar karena kadang kala apa yang kita beli tidak sesuai dengan karakteristik akuarium yang akan dibangun. Sebagai contoh, akuarium yang ada di kos gw ada namanya ikan corydoras albino (monggo googling), kerjanya ngubek2 tanah mencari makanan sisa. Tentu ga akan cocok dengan tanaman yang akan gw tanam yaitu glosso yang sifatnya merambat di tanah. Bisa-bisa akar tanamannya naik semua.

Nah….di liat dari design awal, gw berencana bikin nih akuarium temanya The Old Tree Hill, alias bukit/tanjakan pohon tua gt dehhhhh…dengan dikelilingi padang rumput glosso. Tapi kan kadang rencana tidak sesuai dengan hasil, karena pada akhirnya akuarium gw jadi kurang membukit yang mungkin disebabkan longsor2 halus, hahahaha….. Untungnya si glosso walaupun secuil setidaknya mulai tumbuh secara merambat (bukan meninggi), yang berarti tingkat cahayanya sudah mumpuni untuk padang rumputnya.

glosso

DI LUAR EKSPEKTASI

Setelah akuarium dalam kisaran 2 minggu sudah hampir selesai gw setting, sudah tampak pertumbuhan tanaman di sana-sini dan telah tampak manis di meja kantor gw yang gede itu, yang terjadi adalah…. akuariumnya tetap harus dipindah ke selain meja kantor… Padahal kan niatnya ngilangin penat depan desktop, aarrgghhhh…. Sedihnyoooo.. Dan posisinya kini  menjadi begini sodara-sodara, yaitu di pojokan sofa serta dapat di lihat khalayak ramai..wew.. (tapi itung-itung bikin amal serta jadi ada kebanggaan sendiri sih, haha…. *menghiburdiri*). Siapa tau ada yang minta di-jasain setup aquascape (ngarep: mode on), toh belum apa2 ada salah satu temen ngotot pengen beli nih barang.. :D

akuarium pojok

Sudut lain:

29112011523 29112011525

img_5533 Guppy Otocinclus

Sekian share-nya.. :)

UPDATE 10 Februari 2012

- Glosso gagal menyebar yang kemungkinan disebabkan struktur substrat terlalu padat (kurangnya rongga untuk akar berkembang).

-  Anubias yang awalnya di belakang, gw pindahin ke depan biar keliatan.

- Tanaman hijau (ga tw namanya) yang dulunya kecil kayak sayur, sekarang berganti dengan sendirinya menjadi daun memanjang. Daun lama mati.

- Tanaman kayak rumput sampai sekarang masih tumbuh.

aquarium

Posted in Akuarium quwh | Tagged: , , , , , | No Comments »

Beramah-tamahlah dalam Berdagang dan Berjualan

Posted by faddo83 on 23 Oktober 2011

pedagang

Ilustrasi gambar dari sini

Contoh I

“BELI APA..?!!!” dengan nada mengeras padahal tidak sedang ramai/gaduh.

“Beli apa..? Yang mana? Yang gimana?” sembari belum menunjukkan barang-barangnya.

“Beli apa mas?” dengan wajah suram, sinis, tersirat ketidak-ikhlasan.

“Gak ada uang kecil apa..?!!!” ga terima dikasih uang gede.

“Gak ada yah kalo gak receh-recehan gini..?!! ga terima dikasih uang logam-logam receh.

Dan masih banyak contoh-contoh lain dari kalimat yang terlontar dari sang penjual kepada kita. Tapi tentu saja masih sangat banyak yang berjualan dengan ramah.

Contoh II

“Beli apa mas…?” sembari senyum sapa.

“Beli apa mas, yang gimana, kita adanya yang begini..” dengan cakap menunjukkan kepada kita bahwa dia sedang berpihak kepada kita selaku pembeli.

“Wah mas, bingung cari kembalian kalo uang gede..” dengan melemparkan senyum/sungkan.

“Wah mas, gapapa deh uang receh, sama aja..” justru bersyukur dikasih uang receh.

Latar Belakang

Kenapa gw bikin tulisan ini? Dilatarbelakangi dengan kejadian beberapa hari/minggu yang lalu di warung dekat kos-kosan gw. Setiap gw atau pembeli lain membeli sesuatu di toko itu, kalimat yang terlontar nyaris sama persis dengan contoh I di atas. Based on true story-lah kalo orang-orang sok Inggris bilang… :D

Nah, sudah sering kali gw (termasuk temen kos juga) belanja disitu, gak pandang tua-muda, cowo-cewe, cupu-gaol, semua dilayanin dengan cara seperti contoh I tadi. Ya temen-temen akan berkomentar mungkin memang perawakannya seperti itu. Okay, gw juga memaklumi selama hanya sebatas cara bicara. Akan tetapi saudara-saudara, berikut prosesi perbelanjaan terakhir (sekitar 2 minggu yang lalu):

“BELI APA….???” seperti biasa wajah curiga dengan penuh kesinisan.

Mau beli es batu aj nci……….. hmmmm..dua deh……” terpaksa gw beli dua buah daripada malah jadi gimana rautnya beli es batu Rp.500,- sebiji pula, hahaha….

“NIH…….” dengan mengeluarkan es batu dari kulkasnya, dan meletakkannya di etalase toko warungnya.

“Hmm..nci…boleh minta plastik kresek gak..?” tega amat gw gak dikasih kantong atau apa gitu untuk bawa es batu begitu. Dan, yang lebih gak disangka-sangka, sang penjual yang kalo boleh gw kasih julukan ‘Penjual adalah Raja’ tersebut, mengeluarkan statement yang membuat gw sampai detik ini gak akan belanja di toko warung itu lagi…..

“LAIN KALI KALO CUMA MAU BELI ES BATU, BAWA PLASTIK SENDIRI… RUGI KITA KALO BELI ES BATU DOANK DIKASIH KANTONG PLASTIK…!!!” tentu saja kalimat itu keluar setelah si enci memberi sebuah kantong plastik hitam yang super tipisssss dan super kecilllllll (hampir gak muat dan nyaris robek sesampainya di kos, hikss….).

Sejak kejadian itu, gw baru ngeh kenapa kok toko warung itu jarang sekali didatangin pembeli, terlebih banyak warung gerobak di sekitarnya. Kalaupun ada, hanya pengunjung yang kebetulan melintas yang mampir. Selebihnya wallahualam. Dan sejak itu pula, gw men-’dedikasi’-kan diri untuk tidak belanja ke toko warung yang juga punya jam kerja ini. Masih banyak toko-toko lain yang menyediakan barang-barang serupa tentu dengan pelayanan yang ramah. Ini bukan di hutan bung…. Anda berjualan di tengah persaingan sesama Anda…  Duhhh.., lama-lama jadi pemotivator juga nih, hahahaha…..

POIN

Yok temen-temen, yang punya dagangan, yang punya toko, yang punya warung, mungkin orang tuanya, saudaranya, sepupu dan lain sebagainya, lihat dan ajaklah mereka untuk beramah-tamah terhadap calon pembeli. Jangan terlalu perhitungan (maksudnya perhitungan yang sangat ditunjukkan kepada pembeli), karena sebagian sumber kekayaan dari pedagang yang jujur adalah karena keramahannya dalam melayani calon pembeli. Gunakanlah cara-cara yang menunjukkan bahwa kita selaku penjual sedang berpihak kepada calon pembeli tersebut.

NB: Semoga tulisan ini membuka pikiran penjual yang masih menganut paham ‘Penjual adalah Raja’ :)


Posted in Curcol | Tagged: , , , , , | 19 Comments »

Totalitas 99% cukup…?

Posted by faddo83 on 17 Oktober 2011

totalitas1

Pada hari Sabtu 15 Oktober 2011, gw dan rekan-rekan kantor mengikuti kegiatan workshop bernuansa motivasi yang dipimping oleh Bapak Putera Lengkong, MBA, Cht yang diselenggarakan di Rumah JambuLuwuk Ciawi Bogor. Ada beberapa bahkan hampir semua bagian sangat menarik untuk diikuti, tidak membosankan, dan betul-betul menambah motivasi dalam segala hal. Diantaranya mengenai integritas dalam bekerja, upgrade diri untuk kemajuan, bagaimana sikap dalam menghadapi perubahan dan sebagainya.

Nah…ada satu bagian yang betul-betul mengena di benak gw pribadi, yaitu ketika pembicara mengajukan pertanyaan “Totalitas 99% cukup…?”. Sebagian dari kami menjawab cukup dan tidak cukup, tentu dengan rasa ragu karena dalam hati masih bertanya mau dibawa kemana pertanyaan ini. Untuk menghilangkan keraguan peserta (termasuk gw) maksud dari pertanyaan itu, beliau lantas menyampaikan makna dari 99%, yakni 1%-nya sebagai toleransi.

Apa pentingnya 1% dalam Pekerjaan..?

Bekerja sama Dianalogikan oleh beliau dengan menyampaikan data penerbangan Indonesia pada tahun 2008 berkisar 750 ribu penerbangan, dan sepanjang tahun itu telah terjadi sekitar 700 error/permasalahan. Bukanlah angka yang sedikit, padahal 700 adalah 0,1% dari 750 ribu. Hal ini bisa saja terjadi karena human error, kesalahan teknis ringan, dan lain-lain yang ‘tampak’-nya sangat sepeleh. Tapi ketika dilihat hasil akhir akan menyuguhkan data yang luar biasa.

Maka dari itu jangan pernah menyepelehkan yang 1%. Tetapi bekerja lah dengan totalitas 100% dan setiap orang melakukannya, jadikan tim yang solid. Jangan pernah memberikan toleransi negatif sedikit pun pada pekerjaan. Yups….kata-kata itu melekat betul di benak gw (dan mungkin juga peserta lain) untuk menerapkannya di lingkungan kantor.

Totalitas dalam Keluarga

Tak terkecuali beliau menyampaikan bahwa dalam membina keluarga pun demikian. Bila kita sebagai suami atau istri, kalau bisa totalitas menjaga keharmonisan 100%, kenapa harus 99%. Dikemanakan 1% yang tampak sepeleh itu. Pada tahun 2008 hanya karena menyepelehkan 1%, maka dari 1,9 juta pernikahan, telah terjadi 200 ribu perceraian. LUAR BIASA..!!!

Memang, tidak bisa dihitung dengan data 1% toleransi dalam hubungan keluarga. Toleransi yang dimaksud adalah toleransi negatif (bukan toleransi dalam hal yang positif). Oleh sebab itu beliau lantas memberikan contoh. Misalnya ketika sang suami atau istri sedang bertugas di luar kota, lantas di luar kota tersebut muncul pikiran nakal, pikiran yang memberikan toleransi negatif pada dirinya ‘boleh lah becanda toel-toel dikit dengan temen kantor lawan jenis, toh jauh dan gak ada apa-apa ini‘. Dan ketika becanda toel-toel itu terjadi, pun tidak terjadi apa-apa, akan tetapi sebenarnya telah terjadi perubahan mindset (alias penurunan totalitas) bahwa toel-toel itu ga masalah, dan merupakan awal dari bencana karena akan terus terjadi penurunan pada saat yang 99% telah dianggap 100%, dan seterusnya. Masih banyak contoh-contoh toleransi negatif lain.

Tubuh dan pikiran kita adalah suatu sistem yang satu kesatuan. Ketika pikiran mau sedikit nakal itu terjadi, maka mindset orang tersebut telah berubah. Hanya tinggal menunggu waktu. Begitu juga sebaliknya, ketika pikiran kita menyampaikan bahwa tidak akan memberikan toleransi negatif sedikitpun, maka bersiaplah untuk bahagia. :)

Lantas bagaimana caranya harus 100%..?

Jawabannya gw juga bingung gimana caranya totalitas 100%, tapi setidaknya poin utama yang gw ambil dari pembicara atau pemotivator tersebut yaitu JANGAN PERNAH MEMBERI TOLERANSI YANG NEGATIF pada pekerjaan dan keluarga kita bahkan 1% pun yang tampak sepeleh. Dengan menjaga itu, niscaya pekerjaan kita, karir kita, keharmonisan keluarga kita, akan tetap terjaga sampai akhir.

Semoga kita semua saling mengingatkan untuk menjadi manusia yang totalitas 100% itu, Amin…

———-

Betul-betul workshop yang sangat inspiratif…

Posted in Dunia Kerja | Tagged: , , , , , , | 8 Comments »